Benarkah JKT48 Tidak Laku Lagi? Simak Faktanya

Mungkin beberapa dari sobat wota sering membaca komentar, tanggapan dan opini para warganet yang bukan dari kalangan fans tapi menilai bahwa JKT48 tidak laku di tv. 

Mereka hanya mengambil kesimpulan itu melalui seberapa sering JKT48 muncul di stasiun televisi. Yang memang sejak dulu menjadi acuan dan referensi publik buat nilai laris atau tidaknya public figure. 

jkt48 tidak laku kenapa jarang muncul di tv

Sedangkan untuk kamu yang masih awam dan membaca ini, mungkin perlu pemahaman lebih mendalam kenapa JKT48 jarang muncul di TV nasional khususnya lima tahun belakangan. 

Satu hal yang pasti adalah tidak muncul di TV ≠ JKT48 tidak laku. Justru harusnya kamu penasaran kenapa JKT48 masih bisa tetap eksis, tidak dibubarkan, padahal mereka sangat jarang tampil di stasiun tv. 

Mari kita jelaskan dengan penjelasan mendasar yang paling mudah dimengerti. 

Bisnis Off Air Menggiurkan

JKT48 adalah grup saudari AKB48 cabang Jakarta. Mereka mengadopsi konsep AKB yakni "Idol You Can Meet". Markas besarnya di lantai 4 mal fX Sudirman, yang menjadi pusat kegiatan para anggotanya. 

Di mal fX, member JKT48 tampil rutin untuk pertunjukan teater. Seminggu bisa ada 5-6 kali jadwal penampilan. Dengan kapasitas sekitar 300 penonton yang bisa penuh kalau kondisi normal. 

Soal harga tiket, berkisar 120 ribu. Nah sekarang sudah dapat gambaran jelas, tinggal dikalkulasi saja. Jika ada 300 penonton per 1x show dengan tiket 120k per orang = Rp36 juta, maka 5x seminggu IDR 180 juta, kasarnya gitu lah ya. Itu baru dari theater saja dan seminggu. 

Bahkan dulu sebelum 2020, khusus weekend itu ada 4x show theater JKT48. Sabtu-Minggu masing-masing sore dan malam hari. Total bisa 7-9 kali pertunjukan teater per pekan. 

Eh tapi, belum lagi endorse yang mengalir deras, lalu ada event yang sering dilakukan seperti Event JKT48 Request Hour, voting Senbatsu Sousenkyo yang tiketnya dari penjualan CD single terbaru. Ditambah penjualan merchandise/souvenir resmi. Bahkan mereka baru meluncurkan layanan berbayar bernama JKT48 Private Message mirip Mobame gitulah.


Makanya pandemmi ini seolah pukulan keras bagi JKT48. Theater mereka yang biasanya ramai full house, menjadi ruangan sunyi sepi. Dilakukanlah restrukturisasi pengurangan staf & member pada awal 2021 kemarin untuk mencegah pembubaran. 

Sekarang juga harga tiket theater JKT48 naik ke angka 200k dengan prosedur yang lebih ketat demi kenyamanan & keamanan penonton, staf, dan member. Entah bakal turun lagi atau tidak, belum bisa dipastikan.

Tidak Ada Tempat Buat Tampil di TV

Jika kamu agak nyadar, JKT48 lebih sering muncul di TV itu pas ada perayaan semacam ulang tahun stasiun televisi atau event macam Lazada, Shopee, Tokopedia yang mengundang musisi Indonesia lainnya. 

Kalau boleh jujur nih JKT48 itu kan musisi, idol group, sudah tidak ada wadahnya lagi di tv. Dulu itu rame banget dan JKT48 sempat merasakan ujung-ujung puncak kejayaan musik Indonesia. 

Setiap TV punya acara musiknya sendiri yang benar-benar bahas musik, lagu, musisi, dan sejenisnya. Sepert: 

1. Planet Remaja dan Mantap (ANTV) 
2. Hip Hip Hura, By Request & Inbox (SCTV) 
3. i-Pop & dahSyat (RCTI), 
4. MTV & 100 Ampuh (Global TV)
5. The Hits, Derings (Trans TV)
6. Hitzteria (Indosiar)
7. Music Everywhere, Breakout (NET TV)

Sekarang? Acara musik berguguran, kalau pun masih ada ya rata-rata pada melenceng dan isinya 5% bahas musik, 5% gosip, 90% lawakan nggak jelas. 

Salah siapa? Kamu! Ya, penonton. Stasiun TV cuma ikutin selera penontonnya saja sih. Kalau nggak ada yang minat juga lama-lama sebuah program acara itu berhenti sendiri. 

Jadi penjabaran di atas cukup bisa menjelaskan sedikit lah ya kenapa orang masih menganggap JKT48 tidak laku hanya karena jarang muncul tv nasional.