--> Skip to main content

Pentingnya Diplomasi Pada Game Rise of Kingdoms

diplomasi rise of kingdoms

Sebagai game yang sarat akan sejarah dan suasana kerajaan, gubernur di Rise of Kingdoms harus cerdik dalam mengelola suatu aliansi. Termasuk dalam hal merekrut orang yang jadi R4 (Officer / Pejabat) untuk dipercaya melakukan diplomasi. 

Pada game RoK memang diplomasi itu penting. Sepenting apa? Dari yang kita semua kira. Contoh kecil, pada awal-awal terbentuknya server Kerajaan itu kita membentuk aliansi, namun tidak sendiri. Di Kingdom itu pasti ada banyak puluhan sampai ratusan aliansi lain. 

Jika ternyata aliansi kita termasuk yang terkuat di suatu server, maka diplomasi wajib dilakukan. Untuk apa? Banyak. Contohnya: Teritori, Bangunan / Struktur buat Buff, menerapkan peraturan di Kingdom dan proyek buat event Lost Kingdom (KvK). 

Pejabat atau Leader / Pemimpin aliansi harus berdiskusi kepada pimpinan aliansi lain mengenai teritorial wilayah yang akan mereka kuasai, serta bangunan seperti Sanctum, Altar, Shrine hingga Lost Temple yang bakal diambil bagian mana saja untuk mendapatkan buff.

Misalnya ada 4 aliansi besar, maka teritori dan bangunan akan dibagi-bagi. Contoh: aliansi CN54 mengambil area Atlantis dan bangunannya sepenuhnya, sedangkan 954R kebagian jatah dimulai dari wilayah I Olympia. 

Semuanya harus didiskusikan. Namun bagaimana kalau ternyata ada pemimpin dan pejabat aliansi yang keras kepala, pemain arogan, serta tidak ingin adanya pembagian struktur bangunan buat buff tersebut? 

Maka satu-satunya cara adalah Perang! Ya, Civil War terpaksa harus terjadi untuk menunjukkan kekuatan dari member tiap aliansi yang jumlahnya ratusan. Sebagian arogansi pemain memang sering jadi penyebab mereka berulah di tiap kerajaan.

Pemenang dari pertempuran biasanya akan menguasai struktur dan teritorial yang diinginkan. Sementara pihak yang kalah harus menerimanya, tak sedikit pula yang memutuskan migrasi pindah ke server lain. 

Namun apabila masih sangat baru terbentuk, ada baiknya sebisa mungkin kalian hindari yang namanya Civil War. Perang saudara di Rise of Kingdoms itu tidak disarankan karena hanya akan melemahkan kekuatan sebuah kerajaan, membuang-buang RSS/SDA dan pasukan secara percuma.

Makanya kami sudah bahas tentang Kingdom Council pada artikel sebelumnya. Tugas mereka apa saja, bagaimana cara jadi bagian dari Council serta apa kelebihan dan kekurangan mengurus kerajaan.

Staf atau dewan kerajaan dibentuk dengan mengambil perwakilan dari masing-masing aliansi untuk menentukan segala jenis keputusan yang terbaik buat Kerajaan tanpa harus melangsungkan Civil War. 

Karena balik lagi, obyektif utama dalam Rise of Kingdoms adalah membangun kekompakan antar pemain & aliansi, untuk bersiap di event sesungguhnya yakni Kingdom vs Kingdom (KvK) atau biasa disebut The Lost Kingdom yang banyak rewards / hadiahnya. 

Nah, masuk KvK ini maka Diplomasi bakal lebih penting lagi. Karena kita akan berkompetisi melawan kerajaan lain dan berteman dengan kerajaan lainnya juga. Ada minimal 8 Kingdom yang ikut berpartisipasi. 

Diplomasi untuk mencari kerajaan mana yang dijadikan sekutu, harus sangat teliti. Diskusikan dengan King / Raja dari kerajaan lain sebaik-baiknya. Sebab, sudah banyak terjadi pengkhianatan dalam KvK Rise of Kingdoms di tengah berlangsungnya event berdurasi 50 hari ini yang sulit dihindari. 

Seperti yang selalu kita bahas sebelumnya, bahwa Rise of Kingdoms game sarat akan drama. Apalagi jika ada sekelompok oknum pemain yang menolak melakukan diplomasi di kerajaan dan terlalu egois, jelas harus disingkirkan. 

Bahkan developer Lilith selalu bilang, "Diplomasi mungkin lebih penting dari yang Anda pikirkan." Tidak ada yang namanya Solo Player di Rise of Kingdoms, jika kita ingin progres lebih signifikan dan menjalani event maka harus kompak ketika tergabung dalam sebuah aliansi.