Kenapa Harga Jual Akun T5 Rise of Kingdoms Turun?

Kini harga jual akun T5 Rise of Kingdoms sedang anjlok. Setiap kali ada teman yang meminta rekomendasi top up bundle Rise of Kingdoms saat ingin membuat proyek di kingdom baru, saya sarankan mereka untuk berpikir ulang. 

Karena dengan harga satu expertise komandan Minamoto no Yoshitsune saja, sobat sudah bisa mendapatkan akun RoK yang nilainya 20 kali lipat. 

harga jual akun t5 rise of kingdoms

Sobat mungkin sudah tahu bahwa untuk expertise atau memaksimalkan semua skil Minamoto itu butuh top-up hingga sekitar 2,5-3 juta rupiah. 

Hanya itu jalan satu-satunya jika ingin expertise Minamoto no Yoshitsune. Tidak akan bisa menggunakan Universal Legendary Commander Sculpture atau Patung Emas yang umum. 


Dengan harga katakanlah 3 juta rupiah, sobat sudah bisa beli akun dengan spesifikasi mantap bernilai 10-20 kali lipat lebih worth it. Termasuk Minamoto no Yoshitsune yang expertised.

Harga Jual Akun T5 Rise of Kingdoms Makin Turun

Bahkan rekan saya beli akun 248 USD atau sekitat Rp2,8 juta sudah unlock T5 satu jenis unit (Infantry), komandan expertise ada 5 yakni Alex, YSG, Charles Martel, Seondeok, dan Minamoto no Yoshitsune. VIP sudah level 14, dan perlengkapan perang 90% Epic (Ungu) dengan spesial talent.

Ia kemudian bermain sekitar 2-3 bulanan, rajin farming gems untuk upgrade ke VIP 15 sehingga dia jual lagi dengan harga lebih tinggi yakni 350 USD ke orang Korea. Untung Seratus dolar. 

Kini harga akun T5 Rise of Kingdoms pun sekarang sudah mulai terjun drastis. Ini terjadi sejak awal 2021 dan penyebab mengapa harga akun RoK di pasaran menurun tentu ada banyak faktor. 

Selain akun, pemain juga sudah banyak yang menjual tahta dan kekuasaan mereka di suatu kerajaan kepada pemain lain. Ya, sobat tidak salah baca. Sudah pernah kami bahas, simak: Jual Beli Server Rise of Kingdoms.

Kreator Pada Pensiun

Alasan saya bikin artikel ini karena memantau realita di lapangan. Berdasarkan sepengamatan saya sudah banyak konten kreator Rise of Kingdoms baik YouTuber dalam dan luar negeri yang mempertimbangkan hingga memutuskan Quit The Game alias berhenti main RoK. 

Contohnya Wick Gaming, Nursari, hingga Legend Rhony berencana uninstall Rise of Kingdoms. Belum lagi pemain sultan yang non-creator, hal ini membuat banyak gubernur lain ikut stop bermain.

Penyebabnya juga berbeda-beda. Selain tentu karena game RoK ini menguras waktu dan mereka banyak yang sudah berkeluarga, juga akibat keserakahan Lilith sebagai developer.

Alasan Pemain Pensiun Rise of Kingdoms

Mengapa hal ini terjadi? Satu berhenti, semua ikut stop. Well, sudah pernah kita bahas. Bahwa salah satu yang bikin orang terjerumus main Rise of Kingdoms adalah konsep Aliansi yang membuat solidaritas antar pemain jadi kuat. 

Banyak yang sebenarnya mengaku sudah lama ingin berhenti main, namun mereka memilih bertahan hanya karena satu alasan yaitu: Teman

Ya, mereka tidak bisa meninggalkan teman-temannya di aliansi terutama di kingdom internasional dengan rekan dari berbagai negara saling mengenal satu sama lain, sampai dapat jodoh lintas negara!

Ada juga para sultan yang top up ratusan juta rupiah sebulan, puluhan komandan legend expertise, perlengkapan perang legend special talent semua, VIP rata kanan Level 18, T5 itu sudah pasti, tapi tidak bahagia mainnya, kurang enjoy. 

Itu karena mereka merasa terbebani dengan ekspektasi kingdom yang ditujukan pada mereka. Pemain berpikir bahwa akun sultan ini layak war dan gendong KD nanti di KvK kan dia speedupnya banyak, RSS unlimited, commander bagus-bagus. Dijadikanlah dia sebagai R4 aliansi dan Rally Leader.

Stress. Adalah satu kata yang menggambarkan sultan RoK seperti itu. Walau tidak semua ya. Mereka jadi stres karena urusan dunia nyata dan di dalam game jadi beban tersendiri. 

Jangan salah sob, sultan itu maunya menang. Malu kalau kalah nanti jadi bahan ejekan di forum dan grup FB, dengan mindset: "Masa iya sih power segini, kiill pointnya cuma segitu.

Sultan RoK sebisa mungkin nambah KP sebanyak-banyaknya di setiap KvK. Seolah-olah bakal jadi Portfolio pribadi. Baca: Depresinya Pemain Rise of Kingdoms Habiskan 1 Miliar Rupiah Setahun.

Jika sobat bertanya-tanya seperti apa tugas R4 aliansi, wah sebaiknya tidak pernah tahu deh. Membayangkannya saja sudah pusing karena saya dulu pernah jadi Officer (R4) di sebuah aliansi selama satu KvK penuh (50 harian). R4 itu ada 8 orang di sebuah aliansi dan R5 (Leader) satu pemain.


Ketika KvK berakhir saya menyerahkan jabatan R4 ke pemain lain. Sekarang rasanya seperti lega, rileks, jam tidur jadi benar lagi, war tidak maksa, kalau tengah malam ya biarkan mereka pemain asal Eropa yang baku hantam. Pemain-pemain dari Asia tidur aja. 

Sekarang buat saya pribadi game Rise of Kingdoms ini sebagai penghilang penat saja di samping kesibukan kerja WFH yang Januari 2022 nanti sudah mulai WFO lagi. 

Ditambah saya sekarang: Jual RSS, yang ternyata lumayan juga. Pada intinya sih, kalau sobat mau ikutan berhenti main RoK ya tidak apa-apa jangan dipaksakan bermain terus. 

Banyak kok yang hiatus sebulan lalu balik main lagi, atau yang sudah jual akunnya tapi rindu bermain RoK. Saran saya kalau sebuab game sudah merenggut kesenangan kalian, sebaiknya berhenti. 

Cara Uninstall Rise of Kingdoms

Apabila sobat adalah salah satu yang merasakan kebosanan dan mau hiatus, jngan lupa keluar aliansi RoK. Lalu teleport ke zona 1 paling aman. Selanjutnya ikuti langkah uninstall Rise of Kingdoms ini. 

1. Pengguna Android, dari Homescreen masuk ke Settings (Pengaturan). 

2. Pilih Pengelola Aplikasi (Apps Manager - tiap tipe HP bisa berbeda). 

3. Lalu scroll ke bawah atau cari dengan kata kunci Rise of Kingdoms. 

4. Tap pada aplikasi Rise of Kingdom, pilih tombol Uninstall. 

5. Khusus untuk user iOS, tekan dan tahan ikon app RoK di homescreen. 

6. Lalu tap logo (x), yang menandakan sobat akan uninstall. Jika ada notifikasi konfirmasi pilih saja OK. 

Selesai. Selemat berhiatus, sekarang coba tes sendiri vakum dulu gitu sebelum memutuskan jual akun T5 Rise of Kingdoms. Karena banyak yang menyesal jual akunnya saat sedang hiatus justru ingin main lagi.