Skip to main content

Kontroversi P2W dan F2P di Rise of Kingdoms dan Penjelasannya

apa itu p2w f2p rise of kingdoms


Banyak yang menyebutkan bahwa Rise of Kingdoms adalah game P2W, alias Pay To Win. Artinya, kita harus mengeluarkan uang untuk membeli paket, bundle, dan item di dalam game agar bisa lebih kuat dan 100 langkah di depan dibanding mereka pemain yang dikategorikan sebagai F2P atau Free To Play. 

F2P biasanya tidak mengeluarkan uang sedikit pun. Tanpa satu rupiah pun. Di RoK, ada ciri-ciri pemain F2P dan P2W yang dapat dibedakan, jika dilihat screenshot, bila akun tersebut masih muncul ikon Minamoto no Yoshitsune di kanan atas, berarti F2P murni. 

P2W pun masih terbagi lagi dalam tiga bagian, yaitu Low Spender, Mid / Medium Spender dan High / Heavy Spender. Akibat dari perbedaan yang cukup signifikan inilah membuat Rise of Kingdoms dapat banyak kritikan. 

Lilith sebagai developer sering dikritik karena game Rise of Kingdoms terlalu mengarah ke komersial. Tak sedikit pula pemain yang memutuskan berhenti bermain karena faktor ini. 

Kami mewawancarai salah satu "Whale" asal Indonesia, yaitu pemain P2W dengan akun sekitar 59 Juta Power di Kingdom #1945. Ia bersedia berbagi kisahnya dan bundle apa saja yang dia rela beli demi tetap eksis di game RoK. 

"Gua mulai main Januari 2019, awalnya gua cuma F2P, ya kek kebanyakan pemain lain. Tapi jalan beberapa bulan, gua mulai beli bundle, ketagihan." ujar pria berinisial FW yang nama akunnya enggan disebutkan itu. 

FW pun menambahkan, dengan menjadi P2W bukan berarti pemain bisa santai dan asal main saja. Ia menyarankan untuk tetap cerdas mengatur strategi apa yang harus dilakukan dan dihindari. 

"Gua pun beli item juga harus pilih2 lagi, mana yang cocok dan sesuai kebutuhan. Misalnya disini yang wajib banget buat gua tuh Monthly Gem Supply. Itu pun harus pinter atur Gems kita buat apa aja, jangan asal pake buat yang kurang penting." ujarnya. 

"Pokoknya kalo buat pemain Low Spender, misalnya cuma minat sama Gem Supply, berarti fokus dia adalah naikin level VIP, dan kalo CH sudah masuk level 25, ambil paket Growth Fund. Itu aja dulu, VIP penting buat jangka panjang, ini kan game RTS yang nggak ada tamatnya." lanjut FW. 

Sobat gamers bila kalian juga sama seperti kak FW, sebaiknya simpan Gems dan gunakan di event More Than Gems, kalian yang main Rise of Kingdoms pasti tahu keuntungan event MTG, yakni mendapatkan Legendary Commander Sculpture, Speedup gratis hanya dengan menggunakan Gem itu sendiri. 

Selain itu, FW juga menambahkan dirinya kerap membeli paket Super Value Bundle sesuai dengan yang dibutuhkan. "Misalnya gua lagi mau riset teknologi yang cepat, maka pilihan paketnya adalah Fountain Wisdom, kadang sampe keluar Golden Chest heheh walau jarang." tambahnya. 

Menurut FW, walau RoK adalah game yang terasa P2W, tetapi F2P tetap berperan penting. "Ada kalanya justru pemain F2P itu dibutuhkan banget, makanya gua bilang, F2P juga bisa menikmati game ini." kata FW. 

Kita harus akui bahwa ketimpangan antar pemain dalam game Rise of Kingdoms jelas nyata adanya. Tetapi itu merupakan bagian dari game serta tidak bisa menyalahkan siapa pun. 

"Pada dasarnya orang beli bundle di game kan jadi bentuk dukungan ke developer juga, ini game gratis diinstal, tapi pasti mereka (pengembang) butuh sumber daya buat maintenance sebagainya, apalagi ini game berbasis server, gak mudah pasti mengurusnya." ujar FW. 

Sebagai tambahan, FW juga merupakan mantan gamers PS4. "Dulu gua sering beli game, kaset PS4. Itu kalo dipukul rata katakanlah 500k per game, gua berhenti beli game PS4 sejak main RoK. Sebagian gua alokasiin ke sini, karna ternyata gua lebih enjoy di Rise of Kingdoms." 

Apalagi kini pemain dapat bermain Rise of Kingdoms melalui PC, dan itu sangat disarankan oleh Lilith. Jika kalian memiliki spesifikasi PC mumpuni, ini bakal membantu mengurangi lag yang masih sering terjadi di event Lost Kingdom atau KvK.  

Ketika dimintai pesan dan kesan buat pemain RoK lainnya, FW mengatakan "Saran gua, jangan terlalu terjerumus. Bagi sebagian orang ini game emang bikin ketagihan, tapi utamakan kebutuhan dulu lah. Gua juga gak nyangka aja rela ngeluarin uang buat game mobile, seumur-umur main game mobile baru game ini yang bikin gua rela berhenti beli dan main game PS4." 

Rise of Kingdoms banyak diminati oleh seluruh kalangan, tak terkecuali mereka para sultan seperti pemain sepakbola klub PSG, Marquinhos yang ada di Kingdom 1349, selain itu beberapa pekerja IT seperti karyawan Google, Country Director Starbucks Singapore, model wanita Korea Selatan, semuanya ikut bermain. 

Tidak sedikit yang bilang bahwa Rise of Kingdoms itu lebih dari sekadar game. Mereka juga sudah pernah jadi saksi di 2019 bagaimana seluruh anggota satu aliansi ketemuan dari berbagai negara, kopdar, hingga ada yang ketemu jodoh lalu menikah.