Kontroversi Piala Dunia 2022 Qatar: Kasus Kecurangan dan Skandal Match Fixing

Kontroversi tidak pernah lepas dari dunia olahraga, apalagi sepakbola yang jumlah peminatnya cukup besar. Tingginya antusiasme publik terkait Piala Dunia 2022 di Qatar sayangnya dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab. 

kasus piala dunia 2022 skandal kontroversi

Beragam isu bermunculan, mulai dari yang terbukti kebenarannya hingga yang masih dalam status penyelidikan. Kotornya FIFA membuat sebagian masyarakat enggan mempercayai hasil pertandingan di sepakbola saat ini. 

Terlebih mantan presiden FIFA, Sepp Blatter yang terbukti menerima suap dan korupsi atas penunjukan Qatar sebagai tuan rumah World Cup 2022. 

Hal itu diperparah usai laporan dari aktivis dunia menemukan adanya pelanggaran HAM oleh pemerintah Qatar terhadap pekerja imigran dalam proses pembangunan sejumlah stadion megah menjelang perhelatan akbar ini. 

Kontroversi Mewarnai Piala Dunia 2022

Kita tidak boleh denial, bahwa sepakbola saat ini tidak sepenuhnya 'bersih' dari sifat jahat beberapa manusia yang memanfaatkan popularitas olahraga tendang-menendang bola ini. 

Sayangnya, skandal Piala Dunia 2022 di Qatar memang sudah jadi isu panas bertahun-tahun sebelum akhirnya terselenggara. Mulai dari ditunjuknya Qatar sebagai tuan rumah, sampai isu Qatar yang melanggar HAM. 

FIFA sebenarnya mencegah sejak awal, dengan melakukan beberapa upaya yang diyakini mengurangi kecurigaan penonton. Salah satu diantaranya yakni: 

Reputasi Buruk Wasit Inggris

Pengadil yang tidak adil. Itulah kalimat yang pantas disematkan pada pemimpin pertandingan dari negara Inggris. Banyaknya skandal pengaturan skor di Liga Inggris sejak 2018 membuat FIFA mengurangi jatah wasit dari Britania Raya. 

Wasit-wasit dari Inggris dikenal sebagai sifat buruk yang terobsesi jadi pusat perhatian. Hal itulah yang coba dihindari FIFA, nyaris tidak ada wasit asal Inggris yang dipilih memimpin pertandingan Piala Dunia 2022 di Qatar. 

PGMOL sebagai komite wasit Liga Inggris juga ditengarai terlibat terhadap salah satu wasit yang sempat dihukum 5 tahun dan kemudian bisa kembali memimpin pertandingan EPL tanpa alasan jelas. 

Beruntungnya, hanya satu wasit Inggris yang dipilih dan itu pun dia bakal jadi cadangan saja. Memang harus diakui kualitas kepemimpinan pertandingan di Inggris sangat buruk sejak era duet Alex Ferguson - Howard Webb, lalu Mike Dean - Spurs, hingga Anthony Taylor - Arsenal saat ini. 

Pencegahan Kasus Pengaturan Skor

Temuan dokumen berbasis video pada 2012 ketika saat itu Gianni Infantino menyebut, jika dirinya menjadi Presiden FIFA ia akan melakukan segala cara untuk memberikan piala dunia kepada Lionel Messi karena ia penggemar beratnya. 

Video itu sempat viral, Gianni Infantino kemudian diusut dan diinterogasi. Hasil laporan akhirnya ia dilepaskan tanpa dakwaan mutlak, dengan alasan saat kejadian hanyalah sebatas candaan.

Pertandingan Argentina di Piala Dunia 2022 pun menjadi tontonan publik yang menarik. Bukan, bukan karena pemainnya yang jago mengolah bola, melainkan rasa penasaran publik terhadap keputusan kontroversial apa saja yang dikeluarkan wasit.