Skip to main content

Dualisme fanbase JKT48 masih terjadi buat apa?

fanbase shalza grasita jkt48

Secara harfiah Fanbase diambil dari kata Fans dan Base, artinya Basis Penggemar. Kalau ada fanbase yang solid dan kuat berarti popularitas orang itu juga lumayan, tidak terkecuali di jkt48. Dimana setiap anggota mereka memiliki basis fans yang lumayan banyak.

Hampir tiap member jkt48 punya fanbasenya masing-masing. Bahkan untuk sekelas personel jeketi dengan popularitas tinggi, mereka cenderung terbagi menjadi beberapa bagian walau tujuannya sama.

Misalnya yang lagi ramai dan heboh Shalzastar Alliance dan Shalzallies. Di twitter @shalzastar mengklaim mereka lah fanbase yang resmi mendukung Shalza Grasita, member generasi 6 jkt48.

Mereka juga mengatakan bahwa @shalzallies tidak punya kontribusi yang cukup untuk jadi fanbase resmi, bahkan terkesan pasif sehingga dinilai gagal membawa Shalza Grasita promosi ke tim inti.

Kemudian ditimpal oleh @Shalzallies, kalau dilihat keduanya maka akun @shalzastar yang baru dibentuk Januari 2020 memang lebih aktif di medsos dibanding @Shalzallies yang sudah sejak April 2018.

Meski tujuan mereka sama mendukung Shalza Grasita, namun karena terjadi perpecahan kepengurusan membuatnya muncul dualisme kubu fanbase.

Kebanyakan kasus begini disebabkan oleh pengurus atau admin yang cenderung mementingkan ego ketimbang bersatu mendukung oshimen.

Mungkin memang ada kelebihan dan nilai plus tersendiri jika jadi pemimpin di sebuah fanbase, misalnya bisa dekat dan dikenal member.

Dalam beberapa kasus bahkan dapat akun chat pribadi membernya biar bisa chatting langsung, ini dulu sering terjadi era generasi 2-3.

Waktu itu kasus Andela Yuwono, Elaine Hartanto, hingga Shania Gracia fanbase ketiganya bersaing ketat menjadi yang paling resmi di jkt48.

Pesan saja bagi kalian sobat wota, tidak terlalu penting buat jadi admin dan masuk ke bagian pengurus fanbase, apalagi jika support kalian benar-benar tulus maka member pasti senang.