--> Skip to main content

STU48 Bubar Usai Theater Kapal Ditutup

alasan kenapa stu48 bubar

Pada pagi hari yang cerah ini sobat wota sudah sarapan belum? Kalau begitu kita lanjut membahas kabar yang sedang ramai diperbincangkan yakni STU48 bubar berdasarkan informasi dirilis oleh media setempat.

Apabila sebagian dari kalian mungkin belum memahami kasus yang tengah melanda idol group asal Setouchi tersebut, berikut ini kami rangkum sebagaimana kronologis kejadiannya.

Jadi pertama-tama sebelum masuk ke alasan pembubaran STU48 terlebih dahulu kita bakal bahas theater mereka yang fenomenal itu. Siapa yang tidak tahu STU GO! Shipboard Theatre Performance, penampilan pertunjukan teater di atas kapal laut.

Impian berpadu inovasi baru dari grup bentukan produser musik ternama, Yasushi Akimoto. Pertama dalam sejarah dunia hiburan Jepang, STU48 menyelenggarakan theater di tengah laut wilayah Setouchi.

Kapal itu sebelum diresmikan menimbulkan banyak polemik, seperti proyek yang mangkrak. Akibat koordinator kala itu bermasalah dan sempat dihentikan pembangunannya, lalu dilanjutkan lagi sampai telat lebih dari setahun.

Begitu diresmikan, ternyata antusiasme penonton sangat sedikit. STU48 juga dinilai gagal dalam menggaet minat masyarakat menyaksikan mereka menari serta menyanyi di sebuah kapal laut.

Puncaknya pada pertengahan 2020, dimana saat semua orang harus menjaga jarak, berdiam di rumah, pemerintah membubarkan dan melarang adanya keramaian dan event publik melibatkan banyak orang.

Kapal STU48 yang berdiam diri di dermaga juga tak kunjung ada kabar. Sampai pada akhirnya, teater STU48 bubar jadwal ke depannya tetap diselenggarakan hingga maksimal musim semi 2021 nanti.

Okada Nana selaku kapten STU48 menganggap minimnya antusias warga regional Setouchi seperti Hiroshima, Fukuoka, Okinawa terhadap 48 Group juga terbilang wajar bila dibandingkan kota Metropolitan Tokyo, Nagoya, dan Osaka.

Penutupan theater STU bakal berlangsung dihadiri oleh pemerintah lokal setempat, meski akan tutup namun penggemar merasa inovasinya Yasushi Akimoto patut diapresiasi.

Para member tentunya merasa kecewa, sebuah proyek yang dinantikan bertahun-tahun terpaksa dibubarkan seluruhnya. STU48 bubar juga bukan hal baru, dulu ada grup musik SDN48 yang pembubarannya telah dilakukan beberapa waktu silam.