Skip to main content

Berapa Gaji Pemain BTR Esports Divisi PUBG Mobile?

Berapa Gaji Pemain BTR Esports Divisi PUBG Mobile?

Berapa Gaji Pemain BTR Esports Divisi PUBG Mobile? 

Industri e-Sports di Indonesia semakin berkembang, selain itu kemajuan teknologi juga menambah daya saing dalam pekerjaan. Membuka profesi baru, seperti Caster yang nominal bayaran per shownya sudah kami bahas sebelumnya. Lalu berapa gaji pemain BTR eSports divisi PUBG Mobile?

Zuxxy, Luxxy, Ryzen, dan Microboy kerap membawa nama harum bangsa Indonesia di kancah turmamen internasional seperti PUBG Star Challenge 2019 (Juara) sampai PUBG Mobile Club Open (PMCO) 2019 kemarin di Kuala Lumpur, Malaysia.

Berapa Gaji Pemain BTR Esports Divisi PUBG Mobile

Bigetron Red Alien (RA) memang salah satu tim PUBG Mobile paling populer di Indonesia, bahkan dunia mengakui kehebatan mereka. Meski baru didirikan pada 2017 silam, nyatanya tim eSports divisi PUBG ini menjadi salah satu yang perkembangannya dan kemajuannya sangat pesat dibanding tim lain seperti Evos, NFT, VICTIM, hingga Rex Regum Qeon (RRQ).

Made Bagas Pramudita dan Made Bagus Prabaswara masing-masing kakak beradik ini punya posisi tersendiri dalam tim BTR RA yakni sebagai Scout dan Sniper. Sementara Ryzen (Muhammad Albi) beserta MiCROBOY bertugas menjadi penyerang (Attacker) ketika mereka bertempur.

Game Battle Royale mode Squad memang membutuhkan Chemistry yang kuat antar pemain agar semua taktik, strategi, dan formasi yang semuanya sudah ditentukan dapat berjalan semaksimal mungkin. Begitu juga rotasi, informasi keberadaan musuh, dan titik mendarat ketika turun dari pesawat sangat krusial.

Saat ini Bigetron RA dilatih oleh Coach Boyka, pelatih PUBG Mobile Profesional asal Selangor, Malaysia sepanjang musim PMCO Fall Split 2019. Mereka lolos ke Global Prelims untuk berjuang agar bisa masuk ke Global Finals yang diselenggarakan di venue Putra World Trade Center (PWTC) Kuala Lumpur kemudian jadi juara.

Bicara soal gaji BTR PUBG tentu kita sangat penasaran berapa honor, bayaran dan dari mana sumber penghasilan pemain Bigetron eSports dalam meraup pundi-pundi uang.

Sama halnya seperti tim Mobile Legends, Call of Duty, Free Fire, DotA 2, mereka memanfaatkan sponsor. Selain itu adanya hadiah dalam kategori tertentu di beberapa turnamen juga membuat mereka meraup pendapatan tambahan.

Pro Player juga kadang dibayar mahal untuk endorsement di media sosial, gaji pemain BTR PUBG Mobile mungkin hampir setara dengan gaji pemain Evos atau RRQ. Karena tiga tim eSports ini memang paling terkenal dan sedang naik daun di Indonesia. Apalagi Bigetron punya sponsor pendukung terbilang banyak sebut saja Gamely, Pop Mie, Gopay, Mayasi, Bagus Group, Indachi, RedBull.

Kepopuleran sebuah tim-tim eSports bukan tanpa alasan. RRQ, seperti yang kita tahu punya lintas divisi game dan para pemainnya kerap menorehkan prestasi baik juara atau menyelesaikan turnamen yang diikuti di posisi tiga teratas.

Bigetron, meski sering disebut 'anak baru', kenyataannya prestasi mereka mengalir deras. Lebih khusus untuk divisi PUBG Mobile, jika kalian mengikutinya sejak awal mungkin akan merasakan perjuangan berat para pemainnya.

BTR awal kehadirannya tak luput dari cercaan warganet, bahkan ketika mengikuti kompetisi PMSC 2018 silam mereka mendapatkan begitu banyak caci maki. Meski demikian, semua kejadian tersebut direspon sangat baik oleh pemain dan tim ofisial Bigetron.

Terbukti di tahun 2019 mungkin jadi salah satu tahun tak terlupakan bagi BTR. Mereka meraih banyak atensi, prestasi, dan penggemar baru. Tidak hanya di Indonesia, komunitas PUBG Mobile seluruh dunia mengakui kehebatan Bigetron yang tanpa menyerah meski gagal berkali-kali.

Apresiasi juga diberikan kepada semua orang yang terlibat di balik layar Bigetron, mereka berhasil membimbing pemain PUBG Mobile BTR yang boleh dibilang masih sangat labil di usia mudanya sehingga harus mengendalikan emosi mereka. Dan itu tugas yang tidak mudah tentunya.

Jadi semua uang yang diraup Bigetron mungkin dianggap sebagai bonus atas pencapaian luar biasa mereka sepanjang 2019. Karena seperti diketahui pemain BTR selalu ingin menjadi juara dunia, dan impian mereka telah tercapai di PMCO Fall Split 2019 kemarin.

Sekarang, tugas makin berat menanti BTR. Mereka akan dibebani dengan misi mempertahankan gelar juara dunia PMCO, yang akan lebih sulit daripada ketika mereka meraihnya.